Salah satu cara menjadikan anak cerdas adalah dengan mind map (peta pikiran), yang bisa mengoptimalkan potensi kejeniusan anak. Itu sebabnya, peranan penting orang tua sangat diperlukan untuk mengoptimalkan potensi sang anak.
Setiap anak memiliki potensi untuk menjadi anak jenius. Dalam otak mereka terdapat satu triliun sel otak atau neuron. Neuron ini saling berhubungan dan membentuk jaringan. Semakin banyak jaringan ini, semakin tinggi pula potensi jenius seorang anak. Setiap neuron dapat membentuk hingga 20.000 hubungan.
Secara makro, potensi jenius dapat diketahui lewat dominasi otak seorang anak, yaitu dominan kiri (kata, angka, garis, daftar, logika, dan analisis) dan dominan kanan (ritme, warna, gambar, peta, imajinasi, dan melamun). Sedangkan secara mikro, potensi dan jenius seorang anak dapat diketahui melalui profil dari kecerdasan dan majemuknya. Prof Howard Gardner, seorang ahli perkembangan otak, mengemukakan sebuah teori yang berkaitan dengan potensi jenius yang dimiliki seorang anak tersebut. Teori yang dikemukakan Howard telah memudarkan dominasi IQ yang selama puluhan tahun telah menjadi tolak ukur tunggal mengenai kecerdasan seorang anak.
“Tidak ada anak yang bodoh sebab mereka pasti memiliki potensi jenius dari delapan macam kecerdasan yang dimilikinya. Kedelapan macam kecerdasan itu adalah logika, verbal, interpersonal, intrapersonal, visual, fisik, musik, dan natural,” ucapnya.
Selama ini, anak lebih banyak berpikir dengan cara yang linear, yakni cara berpikir yang hanya menggunakan otak kiri. Otak kanan ternyata juga menjadi penyumbang kecerdasan seseorang. Merangsang kerja otak kiri dan kanan bisa dilakukan dengan menggunakan metode mind map.
Pemegang Lisensi Mind Map Khusus Bidang Pendidikan di Asia, Ir Drs Djohan Yoga MSc MOT BLI Ed, mengatakan bahwa mind map merupakan ekspresi alamiah dari cara kerja otak anak yang dapat mendorong percepatan aliran berbagai pikiran kreatif dan inovatif sehingga membangkitkan potensi jenius yang dimilikinya.
Seperti peta jalan, sebuah mind map memiliki beberapa manfaat. Hal itu dikatakan Djohan dalam acara “Smart Parents Conference”, yang diadakan Frisian Flag Indonesia di JCC beberapa waktu lalu. Djohan mengatakan ada beberapa manfaat dari mind map. Peta pikiran ini mampu memberikan pandangan menyeluruh terhadap sebuah subjek atau area yang luas. Pemetaan pikiran juga memiliki daya tarik yang besar untuk mata dan otak anak serta dapat dibaca, direnungkan, dan diingat oleh anak.
Selain itu, anak nantinya memiliki kemampuan menghimpun dan menyimpan sejumlah besar data atau informasi serta mendukung proses pemecahan masalah dengan kreatif. “Berkat mind map, seorang anak bisa merencanakan rute atau membuat pilihan serta menunjukkan arah tujuan serta posisinya,” tutur Djohan.
Mind map bekerja sesuai mekanisme kerja otak, yaitu secara radian dengan menggunakan seluruh keterampilan yang ada di kedua belahan otak secara sinergis. Mind map memiliki empat karakteristik penting. Yang pertama adalah subjek yang menjadi perhatian sebagai pusat disebut Central Image–CI. Kedua, tema dan utama dari subjek yang memancar langsung dari pusat sebagai cabang-cabang utama yang disebut Basic Ordering Ideas–BOI. BOI ini seperti bab dalam sebuah buku dan biasanya sekitar 3–7 buah.
Yang ketiga adalah cabangcabang yang terdiri atas kata kunci (key word), dan gambar kunci (key image), yang ada di atas garis dan saling berasosiasi.
“Cabang-cabang ini dapat dilanjutkan dengan subcabang, di mana semakin jauh dari pusat maka semakin rendah tingkat kepentingannya,” tutur Djohan.
Dan yang keempat, karakteristik cabang-cabang yang saling berhubungan sehingga membentuk struktur nodus yang menunjukkan korelasi antarinformasi yang ada. Untuk saat ini, mind map telah digunakan secara luas mulai siswa prasekolah sampai mahasiswa S-3, serta mulai operator di lapangan hingga CEO di kantor pusat. Selain itu, mind map juga dapat digunakan baik di sekolah, di kantor, maupun di rumah.
“Mind map dapat digunakan semua orang, karena secara unik dapat mengombinasikan otak kiri dan otak kanan, delapan macam kecerdasan majemuk, serta ketiga gaya belajar,” tutur Djohan. Mind map adalah alat yang serbaguna dari otak sehingga dapat digunakan dalam seluruh aspek kehidupan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar